Mengolah sampah rumah tangga dengan nyaman dan aman

Masalah sampah adalah masalah semua orang, termasuk komplek perumahan -Banjarbaru, dimana saya tinggal. Warga seringkali membuang sampah sembarangan yang menyebabkan berbagai permasalahan yang timbul selain aroma yang tidak sedap, penyumbatan aliran sungai dan banyak lagi hal-hal yang di timbulkan oleh sampah.

Kondisi inilah yang mendorong saya, untuk mencoba mengelola sampah yang ada di rumah saya, harapan yang ada di benak saya adalah, apa yang saya alami ini dapat sedikit memberikan spirit buat anda sekalian untuk tergerak hatinya untuk dapat memulainya.

Yah,……mengelola sampah sebenarnya tidak terlalu sulit, bahkan kalau boleh saya katakan ini adalah sesuatu yang sangat gampang sekali yang sulit adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengelola sampah yang di hasilkan secara bijaksana.

 

Hari ini Selasa tepatnya tgl 17 Mei 2011, tidak seperti hari-hari biasanya, kalau hari-hari biasa jam segini saya sudah sampai di kantor dan sudah bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan rutin. Yah… hari ini adalah hari libur (tgl merah).

Pagi ini udara di kawasan Banjarbaru begitu cerahnya, saking cerahnya walaupun baru jam 08.45 sinar matahari begitu hangatnya memanggang kulit. Pagi ini sesuai dengan rencana yang ada di benak saya bahwa saya akan memulai mengolah sampah rumah tangga dengan sistem “AN-AEROB 3 LUBANG ABC DALAM 1 SERI” (baca https://a3online.wordpress.com/category/pengolahan-sampah). Nah anda penasaran bagaiman caranya :
1. PERSIAPAN TEMPAT SAMPAH
Hal yang pertama kali harus kita siapkan adalah penyiapan tempat sampah, tempat sampah ini saya buat 3 lobang atau lebih enak di sebut Lubang A, Lubang B dan Lubang C. Masing-masing lobang memilki spesifikasi Panjang =40 cm , Lebar=40 cm dan Tinggi/ kedalaman =60 cm.
Nah, anda mungkin penasaran mengapa di buat 3 lobang? . Yah..kalau lebih 3 lobang namanya bukan ABC donk,….he..he…Sebetulnya tempat sampah ini bisa juga di buat dengan 1, 2 atau bahkan lebih dari 3 lubang, itu tergantung dengan jumlah sampah yang di hasilkan setiap harinya kerena satu lubang sampah rata-rata siap menjadi pupuk memakan waktu ± 2 bulan.

Dan untuk mencegah agar tempat sampah ini tidak longsor maka permukaan tempat sampah (± 15 cm dari permukaan tanah) harus di semen. Dan yang lebih penting lagi agar penampilan tempat sampah ini agak cantik kita buat tutup yang terbuat dari cetakan semen cor. Nah, kalau sudah siap dengan tempat sampahnya saat mulai mengolah sampah

 Tempat Sampah An-Aerob sistem seri ABC untuk mengolah sampah rumah Tangga

2. PENGOLAHAN
2.1. Peralatan
Siapakan peralatan yang di gunakan seperti parang (digunakan untuk mencacah sampah); Sekop/ cetok (digunakan untuk mengaduk) dan semprotan (digunakan untuk mencampur larutan EM ke sampah)

2.2. Bahan
Bahan yang digunakan antara lain : Larutan EM4; Pupuk kotoran ternak sudah di campur dengan sekam padi dan tanah dengan perbandingan 1:2:1.

Pupuk kotoran ternak sudah di campur dengan sekam padi dan tanah dengan perbandingan 1:2:1 yang berguna untuk membantu proses pembusukan.

 

2.3. Pengolahan
Jika peralatan dan bahan sudah siap, maka saat untuk mengolah sampah-sampah ini menjadi pupuk, langkah-langkahnya adalah sbb :

2.3.1. Siapkan sampah organik yang akan di olah, jangan lupa sampah yang ukuranya besar di cincang terlebih dulu menjadi ukuran ± 4 cm gunanya agar proses pembusuakan sampah tidak memakan terlalu lama.

 Sampah sisa sayuran

 

  Sampah sisa sayuran

 

 Sampah yang berasal dari sisa kegiatan pembersihan tanaman

 

2.3.2. Pastikan bahwa sampah yang ukuranya besar harus di cincang terlebih dahulu sebelum sampah sampah tersebut di campur menjadi satu.

Sampah sisa sayuran dan sampah sisa tanaman yang sudah di cincang dan di campur.

 

2.3.3. Semprot sampah sampai basah dengan larutan EM-4 yang telah di encerkan dengan perbandingan  EM4= 100 cc, Air bersih=500 cc.

 

 

2.3.4.  Masukan sampah ke dalam tempat sampah lubang A,dengan posisi sbb :

 Susunan sampah di dalam lubang

 

Isi lubang sampah sampai penuh jika sudah penuh maka sampah tersebut siap untuk di tutup

 

 2.3.5. Dan setalah selesai semua tutup tempat sampah tersebut (untuk tutupnya saya gunakan semen cor, tujuanya selain tempat sampah kelihaan rapi, di atas tempat sampah tersebut bisa kita letakan tanaman biar asri.)

3.       PEMANENAN

Pemanenan adalah saat yang di tunggu- tunggu, emh…. seperti saya sudah tidak sabar lagi ya, kapan sampah yang sudah saya oleh dapat di panen. Hari ini 10 Agustus 2011 berarti sampah yang sudah saya olah umurnya sudah mencapai 2,5 bulan. Lama juga ya……

Dan ini lah hasilnya…..

Sampah daun sisa tanaman, sampah potongan sayur campur aduk jadi satu dan ternyata hasilnya, Emmmmm tidak mengecewakan.  Terima kasih.

(Special Thank’s untuk Bpk. Sobirin di http://clearwaste.blogspot.com/ yang telah banyak memberikan spirit)

Posted on 6 Agustus 2011, in Mengolah sampah rumah tangga dengan nyaman dan aman, Pengolahan Sampah. Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Jika setiap rumah tangga bisa mengelola sampahnya sendiri seperti diatas pasti pencemaran lingkungan dapat dihindari.

  2. Prilaku hidup bersih, harus di terapkan mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah kita sendiri, jika hal tersebut sudah tertanam Insya allah untuk memulainya tidak sulit. Terima kasih atas kunjunganya dan Salam – Johari.

  3. mantap sekali…saya sudah lama baca2 blognya pak sobirin juga. Tapi belum saya praktekkan karena belum dapat dukungan dari istri. Katanya “bikin repot aja”….makanya untuk sementara kompos masih beli di toko pertanian terdekat.

    • Dear Pa. Teguh,
      Salam kenal pak dari saya Johari
      Awalnya ketika saya akan memulai membuat dan mengolah sampah ini juga ragu. Yang ada di benak saya waktu itu adalah bisa nggak ya?? trus ribet nggak ya?? dan yang paling puenting lagi adalah bau ngak ya….??
      Sekarang keraguan tersebut sudah terjawab, ternyata mengolah sampah rumah tangga semudah membalik kan telapak tangan.
      Kunci utamanya adalah pemilahan antara sampah anorgnik dan organik, ketika pemilihan sudah Bpk lakukan Insya allah semua nya sukses.

      Banyak manfaat yang bisa peroleh yang jelas kita nggak perlu lagi beli media tanam, karena sampah ini hanyak mengandung unsur hara dan satu lagi kita nggak perlu ribet meluangkan waktu untuk buang sampah ke TPS.

      Demikian dan salam
      Johari
      E-mial ; johari0190@gmail.com

  4. Pak, sampah yg sdh diolah apakah tdk bisa dibuka2? karna saya masih bingung, sampah sehari2nya disimpan dimana. trims

    • Halo Ibu Ratna
      Ibu binggung sampah sehari-hari di simpan di mana…???? Sampahnya tidak perlu di simpan ibu, langsung saja di buang dilubang.

      Intinya, ibu harus buat lubang sampahnya 3 bh (A,B,C) dari pengalaman saya 1 lobang akan penuh selama -/+ 1 bulan dengan catatan jumlah anggota keluarga 5 orang saja. Artinya jika jumlah anggota keluarga dirumah ibu lebih sedikit mungkin akan penuh lebih dari waktu itu.

      Setelah lubang 1 penuh, berarti ibu masih punya stock 2 lubang, nah untuk selanjutnya sampah dibuang ke lubang yg masih kosong sedangkan lobang yang sudah penuh di tutup saja dan setiap 6 hari di aduk.

      jika bakteri yang ada di lubang sudah aktif pengolahanya cukup gampang saja, tinggal masukan sampah tanpa perlu di campur EM4 ataupun yang lainnya

      demikian dan salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: